26 Oktober 2010

Tentang RFID dan Barcode


Dengan menggunakan barcode, pengidentifikasian suatu barang. akan berjalan lebih akurat dan dapat meminimalkan kesalahan pencatatan secara manual, selain juga dapat menghemat waktu. Barcode ini juga digunakan di dunia kesehatan, khususnya untuk obat-obatan dan rekam medik pasien di rumah sakit.

Selain barcode, di luar negeri telah dikembangkan instrumen lain yang lebih praktis, lebih menghemat waktu dan menutupi kegagalan2 yang sering terjadi pada barcode. Instrumen itu dikenal sebagai Radio Frequency Identifier (RFID). Lalu, dimanakah letak perbedaan keduanya?
  1. Barcode akan terbaca dengan mendekatkannya pada suatu alat yang disebut reader, sedangkan RFID karena menggunakan gelombang elektromagnetik maka bisa terbaca secara otomatis dalam jarak 1 meter atau bahkan lebih.
  2. Item-item dari jenis yang sama memiliki barcode yang sama. Pada RFID, setiap item memiliki kode yang spesifik. Itu sebabnya RFID juga dikembangkan untuk bisa ditanam dalam tubuh manusia (baca: sebagai implant).
Aplikasi RFID dalam bidang kesehatan

RFID sudah dikenal 50 tahun yang lalu tetapi baru digunakan dalam bidang kesehatan baru-baru ini seiring dengan membaiknya pengembangan standar dan model jaringan serta penurunan harga RFID tersebut. Awalnya, RFID diimplementasikan untuk melacak aset-aset berupa alat dan persediaan yang tujuan akhirnya adalah untuk perawatan dan keamanan pasien.

Menurut survei tahun 2005 oleh Spyglass Consulting Group, penggunaan RFID adalah sebagai berikut :
  • 10% digunakan untuk melacak alat-alat kesehatan yang bersifat mobile dan sebenarnya dibutuhkan tetapi jarang digunakan karena tidak diketahui letaknya,
  • 21% digunakan untuk mengontrol keberadaan pasien dan ketersediaan kamar bagi pasien rawat inap,
  • dan sisanya digunakan untuk melacak keberadaan tenaga kesehatan yang paling dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Kelebihan & kelemahan RFID dibanding Barcode

Sebuah penelitian yang bertujuan untuk membandingkan sistem RFID dan metode barcode dilakukan oleh Georgetown University Hospital yang bekerja sama dengan Precision Dynamics Corporation. Dipimpin oleh Dr. S. Gerald Sandler, direktur pelayanan transfusi darah untuk MedStar-Georgetown University Hospital, penelitian difokuskan terhadap identifikasi pasien transfusi, tube sampel dan kantung darah mereka. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil tentang beberapa kelebihan dan kelemahan sistem RFID dibandingkan metode barcode.

Kelebihan RFID dibandingkan barcode :
  1. Solusi barcode hanya terbatas pada keamanan pasien, sedangkan RFID memiliki potensi yang lebih besar untuk tidak sekedar memperbaiki identifikasi pasien tetapi juga memfasilitasi perbaikan proses-proses di seluruh rumah sakit.
  2. Penelitian terdahulu tentang penggunaan barcode menunjukkan bahwa terkadang terjadi kegagalan ketika barcode kehilangan integritasnya di dalam lingkungan rumah sakit. Kegagalan pembacaan barcode bisa dikarenakan kode tidak terbaca, posisi yang tidak pas, atau karena sinyal yang lemah. Keuntungan pertama dari penggunaan chip RFID adalah bahwa chip tersebut tidak akan menjadi kabur, berkerut atau menjadi tidak terbaca ketika ada tumpahan makanan di atasnya.
  3. Chip RFID dapat dibaca dengan segera (Instant), sementara pembacaan barcode dapat memakan waktu beberapa detik.
  4. Untuk kelengkapan penelitian, perawat juga diikutsertakan. Hasilnya menunjukkan bahwa perawat jauh lebih mudah menggunakan sistem RFID dibanding barcode.
  5. Penelitian dilakukan terhadap multiple-write, multiple-read chip RFID yang ditempel pada kantung darah. Pengamatan dilakukan terhadap keseluruhan proses transfusi sejak awal hingga akhir : proses pembuatan (manufacture) kantung darah –> dibawa ke blood center –> dibawa ke pusat pelayanan transfusi darah rumah sakit –> distribusi ke bangsal. Selama rantai persediaan tersebut, data yang bersifat multi-character dapat dikoleksi, disimpan, ditransfer, dan di-update atau dihapus dari chip RFID dengan mudah.
  6. Setiap proses menjadi otomatis, efisien, dan potensi kesalahan dapat ditekan serendah-rendahnya.
Kelemahan RFID dibanding Barcode :

Penggantian barcode dengan RFID untuk sementara ini akan terbentur pada masalah biaya. Satu chip RFID bernilai $1.50 atau lebih, sedangkan untuk satu barcode hanya dibutuhkan biaya sekitar 10 sen. (Untuk masalah harga, ada banyak versi)

Pada saat ini penggunaan RFID memang masih merupakan kontroversi. Namun, di tahun-tahun mendatang pada beberapa kasus akan dapat dilihat bahwa RFID akan sangat membantu dalam meningatkan proses pelayanan kesehatan. Masih dari survei yang dilakukan oleh Spyglass Consulting Group, beberapa healthcare organization berkeinginan untuk mengimplementasikan RFID

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas komentar anda, komentar anda akan saya tampilkan setelah saya online, terima kasih.